Kamis, 24 November 2011

rank discrimination


"RANK DISCRIMINATION", ternyata kecerdasan bukan menjadi modal seseorang, kalau saja pangkat yang tertempel di lengan masih tergolong rendah, itulah bagian dari sisi kehidupan militer. Seburuk-buruknya seorang bawahan di lingkungan militer mereka paling tidak sudah mengenyam pendidikan dasar militer dan kejuruan yang notabenenya dijalananinya selama 8 bulan, belum tidak sedikit dari mereka yang mengenyam bangku kuliah, atau paling tidak bangku kursus.Tetapi pada kenyataannya bahwa seorang bawahan selalu identik dengan Bodoh, pemalas dan pembangkang...
Dampak dari diskriminasi tersebut, membuat seorang bawahan selalu tersisihkan dalam segala hal. Walaupun diperlakukan demikian, ada kisah-kisah nyata menarik mengenai perjuangan seorang bawahan dalam situasi diskriminasi tersebut. Ada sebagian bawahan yang tidak putus asa, mereka terus berjuang untuk menunjukkan kepada mereka juga punya kemampuan yang sama bahkan lebih, tidak seperti yang mereka pikirkan.
Hanya faktor nasib saja seseorang harus menjadi bawahan. Hingga terjadilah, semakin tinggi pangkat di golongan bawah, akan semakin tersisihkan dan semakin pula terbuang..............(ironis)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENDAPAT orang lemah

saya, tidaklah bodoh-bodoh amat....mungkin diantara pembaca ada yang sependapat, apakah diri saya yang sebenarnya tidak terlalu ketinggalan dengan hal-hal yang berbau kemajuan ini dikatakan goblok (?). apakah orang yang sebenarnya bodoh dengan memaksakan diri itu dikatakan pintar ?