Sabtu, 12 Desember 2009

fenomena wanita-wanita desa yang menjadi TKI

da banyak alasan mengapa terjadi percerian dalam rumah tangga,Kalau para celibrity punya alasan sendiri2 yang dapat kita lihat, baca dan dengar di media cetak atau electronic.
Kalau orang berduit juga punya alasan tersendiri.
Kalau masyarakat biasa banyak hal yang dapat kita lihat dan dengar.
dari kesulitan ekonomi,kagak cocok dgn mertua, ipar dlsb. Ada yang ketahuan selingkuh, selingkuh disini bukan haya dalam artian punya simpanan (laki2 atau perempuan)tetapi juga dalam kejujuran masing2 pasangan umpamanya gak jujur dalam keuangan, ada dompet kecil lain yang di umpetin.yang digunakan diluar kebutuhan rumah tangga. apakah diam2 kirim ke orang tua atau saudara.Ada juga yang buat biaya simpananya.Selalu yang jadi permasalahan adalah ketidak jujuran pasangan.ada yang pernikahan dijodohkan pihak keluarga, yang berakhir dgn perceriaan(gak banyak, kan bukan zaman siti Nurbaya lagi)Ada faktor untuk dapat keturunan. Bukan baikin keturunan,kawin ama Bule contohnya,karena ber -tahun2 gak dapat buah hati (jadi cari hati lain yang bisa berbuah he he heee.)kalau di desa yang ekonomi sulit terpaksa jadi TKI/TKW ber tahun2 jauh siapa tahan yaaaa kan.
Jadi alasan ter besar adalah gak ada lagi kejujuran dan masalah ekonomi, kalau gak ada kecocokan lagi kan aneh dulu cocok ampek anak renteng panci tapi cerai juga masa gak bisa dicocokin lagi, kan ada badan penasehat perkawinan. yach manusia memang aneh nafsunya yang bawa dia ke mana2,jadi gak jujur lagi.
Masih banyak factor lain yang jadi alasan mengapa cerai,mohon teman2 lain kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENDAPAT orang lemah

saya, tidaklah bodoh-bodoh amat....mungkin diantara pembaca ada yang sependapat, apakah diri saya yang sebenarnya tidak terlalu ketinggalan dengan hal-hal yang berbau kemajuan ini dikatakan goblok (?). apakah orang yang sebenarnya bodoh dengan memaksakan diri itu dikatakan pintar ?