Jumat, 23 Desember 2011

keputusan menjelang ULTAH

Ketika itu tahun 1985, aku bertemu dengan sosok cewek yang menurutku cantik, Ketika itu aku duduk di bangku kelas 2 STMN Ponorogo, pandangan pertama membuat aku jatuh cinta. Sepucuk surat aku kirimkan buat dia, dengan redaksi yang menurutku ketika itu sangat tersusun indah, kata demi kata kurangkai seindah mungkin, yang maksud dan tujuannya i love you.

Tak lama kemudian,
Di malam yang indah, aku mencoba menemui dia dengan harapan segera mendapatkan jawaban dan pucuk dicinta ulam tiba, dia sudah menunggu di pinggir rumah dekat sumur. Dengan mengendap-endap, dia menghampiriku sambil menyerahkan sepucuk surat balasan. Dengan sedikit gemetar (maklum masih baru pertama kali mengenal cewek), aku terima sepucuk surat itu.

Dan aku langsung kembali ke rumah...........
Dengan ditemani cahaya dari lampu ublik (ketika itu di desaku belum ada penerangan dari PLN), kubuka amplop surat dan setelah itu dengan rasa dag dig dug aku mulai membaca isi surat dari dia. Yang masih aku ingat, intisari dari surat itu mengajak sebagai teman biasa dan ada kalimat yang sampai sekarang masih kuingat "of to you" (waktu itu aku tidak begitu mengerti kata-kata dari bahasa Inggris sehingga untuk mencari artinya aku harus membuka-buka kamus.


Jum'at 23 Desember 2011, sejarah bagiku................., 4 tahun saya berhubungan dengan mantan pacarku. suka dan duka aku jalani dan hari ini saya benar-benar harus bisa melupakan dia. Harus bisa, walaupun sebenarnya sakit rasanya hati ini.
Mungkin ini jalan yang terbaik, toh kalaupun aku lanjutkan juga tidak ada artinya. Hanya satu yang sesalkan, kenapa tidak ada penjelasan dari dia,
Aku harus kuat, harus ....! Selamat jalan dan selamat berpisah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENDAPAT orang lemah

saya, tidaklah bodoh-bodoh amat....mungkin diantara pembaca ada yang sependapat, apakah diri saya yang sebenarnya tidak terlalu ketinggalan dengan hal-hal yang berbau kemajuan ini dikatakan goblok (?). apakah orang yang sebenarnya bodoh dengan memaksakan diri itu dikatakan pintar ?